Cinema On The Bus

Gambar

Saat pertama mendengar adanya film Indonesia yg menang di ajang Internasional, saya jadi penasaran kayak apa sih filmnya. Saat film tersebut mulai diputar di Indonesia, saya mencoba melihat filmnya di TIM (Taman Ismail Marzuki), secara garis besar saya acungin jempol untuk film THE RAID ini, ternyata kita sudah bisa memproduksi film laga ala Holywood. Saya tambah senang dan bangga lagi mendengar bahwa Film THE RAID ini masuk 20 besar BOX OFFICE Hollywood.

Di Indonesia sendiri penontonnya malah sudah mencapai 1 juta (luar biasa). Sebuah film bisa dikatakan bagus bila banyak penontonnya, saya jadi berpikir gimana caranya bisa menarik penonton lebih banyak lagi. Di Indonesia ini kan banyak Perusahaan Otobus yang beroperasi Antar Kota Antar Propinsi dimana hampir semua armadanya dilengkapi fasilitas Video, mungkin para produser bisa bekerjasama dengan PO-PO yg bonafide semisal Pahala Kencana, Lorena dll untuk memutar filmnya di bus-bus mereka, soal tarif mungkin bisa lebih murah dibandingkan nonton di Bioskop dan tidak banyak membebani harga ticket.

Nah pasti seru nih pulang kampung sambil nonton film terkini di bus, jadilah CINEMA ON THE BUS

Ulang Tahun

Ulang Tahun

Hari ini, Alhamdulillah usiaku genap 39 tahun. Tak ada kue tart ataupun tiupan lilin kujumpai untuk merayakannya, hanya ucapan “Selamat Ulang Tahun” beberapa teman kerja yang mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahunku, yang mungkin juga mereka tahu lantaran info dari facebook.

Malu rasanya hari lahirku diketahui teman-teman kerjaku, tapi hati ini senang juga rasanya karena teman-temanku masih memberikan perhatian kepadaku. Biasanya setiap ada teman kerja yang lagi ulang tahun mereka biasanya membeli makan-makanan bahkan sampai adanya kue tart. Namun untuk giliranku kali ini tak ada niat untuk mentraktir teman-teman makan ataupun sekedar beli gorengan. Aku hanya tak mau ikut-ikutan budaya yang gak ada manfaatnya.

Tambah umur berarti jatah hidup kita yang diberikan oleh Allah berkurang. Kita tidak tahu kapan masa berlaku kita hidup didunia ini habis. Andaikan Allah memberikan informasi kapan masa berlaku kita di dunia ini habis seperti masa berlaku KTP niscaya kita semua akan menyiapkan bekal kita ke akhirat ini sebaik-baiknya. Kucoba lihat KTP-ku …Astaghfirullah, ternyata masa berlakunya sudah habis hari ini. Namun di sisi belakangnya tertulis “ Selambat-lambatnya dalam waktu 14 hari sejak masa berlakunya habis penduduk yang bersangkutan diwajibkan mengajukan permohonan untuk memperoleh KTP yang baru”. Alhamdulillah masih ada 14 hari lagi untuk mendapatkan KTP baru.

Ya Allah..Ya Rahman…Terima kasih Engkau masih karuniai hambamu ini perpanjangan masa berlaku di bumi ini, hamba tak tahu kapan maut menjemputku, apakah masih 14 hari lagi atau bahkan kurang. Namun hamba memohon kepadamu Ya Rab…andai aku mati nanti semoga mati yang khusnul khotimah dan dalam keadaan muslim…Aamiin.

Diri ini jadi teringat beberapa hari sebelum hari ulang tahunku ini, saat tadarus Al Qur’an pada surat Al Ahqaaf(46) ayat 15 yang berbunyi :

15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Subhanallah…ternyata tak terasa umur ini sudah 40 tahun kalau berdasarkan hitungan Qomariyyah.

Kantor Baru

Inilah rupa kantor baru kita, dari kejauhan tampak warna kuning. Sebenarnya gedung tersebut masih dalam proses finishing.

Lokasi gedung, persis di pojok jalan Halimun, sebelah Halte Busway Halimun, bisa ditempuh melalui metro mini maupun Busway. Kalau dari Manggarai naik saja 66 dengan ongkos Rp. 2.000 turun di Halimun. Kalau dari Senin naik 20 turun di Halte Busway Setia Budi Utara terus menyeberang pindah metro mini 66 ke arah manggarai dan turun di Halimun atau naik 17 turun pasar rumput kalau kuat jalan, jalan kaki aja ke barat sekira 700 m, atau kalau malas naik aja 66 dari pasar rumput turun di Halimun. Sedangkan kalau dari Terminal Pulo Gadung naik aja Busway ke jurusan Dukuh Atas, turun di Halte Busway Halimun.

Selamat Tinggal Wisma Nusantara

Tepat tanggal 8 Juli 2011, tempat kita bekerja pindahan dari Wisma Nusantara ke daerah Halimun. Dari Wisma Nusantara sekira 2.3 km, kalau ditempuh dengan jalan kaki tidak sampai 30 menit (berdasarkan pengalaman Pak Suwandi)

Banyak kenangan yg dirasakan di Wisma Nusantara.

Tiap pagi sebelum kerja, saya sempatkan mampir di kantin yg terletak di samping parkiran motor, favorit sarapan pagi adalah SOTO BETAWI gak pakai paru, cukup Rp. 10.000 untuk catu daya awal bekerja. Setiap masuk gedung Wisma Nusantara, diwajibken melalui pintu pemindai (kaya di bandara) saya malah merasa enjoy setiap kali melalui pintu ini, apalagi ada sapaan yg hangat dari mbakyu security-nya yang cantik-cantik. Bagi pekerja yang kantornya di wisnu kita langsung aja nyelonong ke lift, bagi tamu haruslah lapor ke bagian receptionist sambil ninggalin ID card.

Kalau kita lagi beruntung, kita bisa masuk di acaranya AKI pagi Tv ONE, tentu saja hanya sekedar lewat, tapi kalau gak malu sih..pura-pura aja nelpon-nelpon di belakang kaca.

Menunggu wawancanda AKI Sore

Waktu istirahat siang, kita juga biasa makan di kantin belakang, kalau bosen dengan masakan yang itu-itu aja, kita biasanya cari makanan di belakang gedung Kosgoro. Habis makan biasanya sholat di musholla yg ada di pojok bawah gedung Annex, biasanya setiap hari selasa ada ta’lim tapi sayangnya sedikit yg ikut maklum kebanyakan yg sholat di sini para bapak-bapak sopir yang musti harus siap siaga ngelayanin bosnya.

Tak hanya di musholla bawah gedung Annex, ta’lim juga diadakan di Wisma Nusantara Lt 25 dan setelah lama ke luar kota turun ke lt 24 dan terakhir ikut ta’lim di Lt 20..semoga ta’lim ini punya tempat yg permanen.

Itulah Sedikit Sweet memories di Wisma Nusantara.

Dan kini saatnya kita berkarya di Gedung Baru, walupun tak setinggi Wisma Nusantara yang penting punya sendiri. Semoga Allah memberkati tempat kita yang baru ini. Amin